Proses Melakukan Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram biasanya disebut dengan panggilan oyster mushrooms,adalah satu jenis jamur yangbisa dimakan dan rasanya lezat jika dimasak,jamur tersebut banyak diburu oleh banyak konsumen untuk dikonsumsi.Didalam alam liarnya jamur memiliki fungsi untuk menghancurkan sampah organik contohnya sisa pohon,hewan,dan bahan yang lain.
Cakupan pasaranuntuk budidaya jamur sangatlah luas dan dapat dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan terutama para orang yang tinggal di pedesaan.Jamur meiliki manfaat yang dibutuhkan oleh manusia seperti bagi kesehatan dan dapat dipaki untuk pengobatan beberapa macam penyakit.Jamur tersebut secara umum hidup padfa sisa kayu atau pohon.Beberapa kandungan pada jamur yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit seperti,peningkatan eritrosit,pencegahan kencing manis,menurunkan kolesterol,dan mengobati kanker.

 Syarat lokasi,sistem yang dapat igunakan untuk budidaya jamur pada kumbung ialah sistem sirkulasi dengan buka tutup.Dengan maksud penutupan sirkulasi dilakukan pada waktu siang supaya kelembaban selalu terjaga.dan membuka sirkulasi pada saat malam hari supaya keadaan suhu pada ruang kumbung dapat lebih rendah dan dingin.Penggunaan atap dari bahan yang tidak menimbulkan panas,agar cahaya matahari yang terserap pada atap tidak berlebihan dan panas.Contoh atap yang dapat dipakai seperti genteng dan anyaman bambu,jangan memakai atap dari seng atau esbes sebab cepat membuat panas.

Faktor utama budidaya jamur ialah faktor kelembaban udara yang nantinya berpengaruh terhadap pertumbuhan.Untuk menjaga kelembaban supaya tetsp stabil dapt melakukan penyiraman pada lantai atau dengan menaruh beberapa wadah yang berisikan air supaya suhunya tetap lembab.Jika kita melakukan budidaya jamur pada daerah atau kawasan yang sangat panas,diusahakan pembuatan kumbung ditempatkan pada lokasi yang teduh seperti dibawah pepohonan.Untuk pembuatan pintu pada kumbung diusahakan tidak menghadap pada timur dan barat arah matahari muncul,supaya cahaya matahari tidak secara langsung masuk pada kumbung.
Supaya sirkulasi udara pada ruang budidaya jamur tetap lancar,diusahakan pembuatan bangunan kumbung dibuatkan lebih tinggi dengan ketinggian diatas 5 meter.Untuk didaerah yang lebih panas,pembuatan rak diusahakan jangan tinggi tinggi cukup sekitar 3 tingkat saja,supaya rak pada bagian paling atas tidak terlalu kepanasan. 

Jika lokasi kumbung pada derah rendah dan pada daerah yang panas,diusahakan melakukan penyiraman yang rutin yang dapat dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu hari.
Langkah pertama jika kita akan melakukan budidaya jamur ialah menyiapkan bahan yang akan dipakai dalam budidaya nantinya.Seperti cangkul,sekop,semprotan,plastic polypropylene,cincin baglog,ember,botol,sendok,dan Thermo-higrometer.Supaya nantinya dapat menunjang kelancaran budiday jamur.
Untuk pemula atau untuk skala kecil alangkah baiknya baglog dan bibit diperoleh langsung dari pembibit lain dengan membelinyasupaya tidak repot menjalankan budidaya jamur pertama kali.
Untuk proses produksi sebagai tahapan budidaya jamur diantaranya:
1. Persiapan Media (Substrat)
2. Pencampuran Media
3. Pengantongan (logging)
4. Sterilisasi
5. Inokulasi bibit
6. Inkubasi
7. Pemeliharaan tubuh buah
8.Panem
9.Pasca panen


0 komentar:

Post a Comment