Cara Budidaya Cabai Rawit

Cabai adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika yang dapat tumbuh subur pada daerah tropis khususnya indonesia.Tanaman cabai baik ditanam pada daerah dataran rendah,karena memperoleh penyinaran matahari yang cukup.Cabai dapat tumbuh pada ketinggian hingga 1000 mdpl.Setiap daerah cabai menghasilkan jumlah cabai yang berbeda antara dataran tinggi dan dataran rendah.Untuk dataran tinggi biasanya menghasilkan buah cabai agak sedikit dibandingkan pada dataran rendah.

Penyemaian

Jumlah bibit yang akan disemaikan disesuaikan dengan luas lahan atau jumlah yang akan digunakan.Persemaian dilakukan dengan cara dibuatkan naungan diatasnya dari plastik atau daun.Penyemaian dapat dilakukan pada polybag ukuran kecil atau lang sung pada tanah.Untuk campurannya diantaranya pupuk kandang atau kompos,dan tanah msetiap perbandingan 1:1.Apabila media telah siap,lakukan perendaman pada benih cabai yang akan digunakan dengan menggunakan air hangat selama setengah hari kemudian tiriskan.Setelah itu bibit dapat ditanamkan pada media tersebut dengan kedalaman 0,5 cm.Jika langsung pada lahan dibuatkan larikan terlebih dahulu lalu ditebarkan pada larikan dan timbun sedikit tanah.Jika pada polybag cukup 2-4 biji yang ditanam pada polybag.Lalu lakukan penyiraman yang rutin hingga bibit mulai tumbuh dan siap dipindahkan.

Persiapan lahan

Lahan yang akan digunakan dilakukan pembajakan terlebih dahulu biasanya bersamaan dengan proses pembibitan.Lahan yang telah dibajak dilakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan campur hingga merata.Jika lahan mempunyai keasaman yang tinggi maka dapat dilakukan penambahan dolomit.Lahan tersebut kemudian dibuatkan bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.Budidaya cabai rawit pada lahan dapat menggunakan mula atau tidak menggunakan mulsa juga tidak masalah.Akan tetapi penggunaan mulsa lebih bagus karena menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah.Apabila lahan telah siap semua dapat dilakukan pembuatan lubang pada lahan untuk penanaman cabai dengan jarak sekitar 50 cm.Bibit yang telah iap ditanamkan pada lubang tersebut dan timbun dengan tanah dengan agak memadatkannya.Lebih baik antar lubang tanam dibuat secara zig zag supaya saat besar tidak terlihat terlalu rapat.

Perawatan

Perawatan yang sering dilakukan untuk cabai rawit biasanya ialah penyiraman yang rutin yang disesuaikan pada curah hujan.Tanaman cabai jika kekeringan maka akan berdampak pada kematian maka perlu dilakukan penyiraman minimal 2 hari sekali.Untuk teknik perenddaman dapat dilakukan biasanya dengan mengocorkan air pada bedengan setiap dua minggu satu kali..Pemupukan tambahan bisa diberikan apabila tanaman cabai telah berumur 1 bulan keatas hingga masa panen akan selesai.Pupuk yang digunakan biasanya pupuk organik atau urea sesuai dengan dosis.Untuk penyianagn ilakukan di sekitar tanaman cabai yang ditumbuhi rumput dengan cara mencabutinya.Biasanya setelah penyiangan dilanjutkat pemupukan supaya pupuk yang diberikan tidak digunakan rumput.
Cabai rawit biasanya lebih tahan hama dibandingkan tanaman yang lainnya.akan tetapi setiap tanaman pasti mempunyai kerentanan terhadap penyakit dan hama.Untuk hma yaang menyerang abai rawit diantaranya kepik,lalat buah,dan lainnya.Untuk jenis penyakit yang menyerang cabai rawit diantaranya kekerdilan,keriting pada daun,pembusukan.semua penyakit tersebut biasa menyerang pada saat turun musim hujan.

Pemanenan

Apaila cabai rawit warnanya mulai berubah kekuningan,oanye,hingga merah maka tanda cabai rawit tersebut sudah dapat dipanen.Pemanenan dilakukan biasanya cabai tersebut sudah berumur 3 bulan keatas mulai dari masa tanam.Pemanenan dapat dilakukan berkali-kali saat buah cabai telah masak.Cabai tersebut dapat hidup hingga 2 tahunan.Apabila kita mulai dari awal melakukan budidayanya benar maka hasil yang kita peroleh nantinya akan maksimal.Untuk pemanenan lebih baik dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari,bertujuan supaya cabai yang dipanen tersebut  masih terlihat segar.Cara panen biasanya dengan memetiknya atau mengulirnya hingga tangkainya supaya cabai tersebut tidak cepat busuk.dan konsumen biasanya membeli cabai yang barisi dan betu cabai yang ramping.

0 komentar:

Post a Comment